[22.19] - Muara
Malam rabu, pukul sepuluh lewat sembilan belas Malam ini kamu boleh ragu, esok hari kau harus kembali dengan harapan yang jelas. "Apa sih yang kamu takutkan akan terjadi?" Seringkali, mata kita tertutup dengan ribuan suara yang tak berhenti berbicara. Ada banyak suara yang memang membisiki agar kita berhenti, ada pula suara yang mengiringi agar kita mampu melangkahi. Suara yang mana yang kau sedang dengarkan? Kita semua pernah gagal. Kita semua pernah kecewa. Kita semua pernah kehilangan. Tapi, apakah kita tidak pernah berhasil? Apakah kita tidak pernah bahagia? Apa kita tidak pernah menerima sesuatu yang berharga? Coba pikirkan baik-baik semua yang pernah kau lalui. Mata kita tak mungkin bermuara pada dua arah yang berbeda, karena arah mata anginmu akan menentukan akar pikiran yang tertanam, dan hal itu akan menentukan kemana rantingmu bertumbuh. Kamu bisa menjadi pohon beringin yang rindang, untuk menjadi rumah bagi mereka yang bersinggah, atau kamu...