Semua Tentang Kita


Waktu terasa semakin berlalu 
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu 
Tuk hapuskan semua sepi di hati 

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah 
Saat kita berduka saat kita tertawa
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita ..

***
Lagu ini emang udah lama, dan terkesan sederhana. Tapi, kalo diresapi maknanya bisa dalem banget. Semoga lewat cerpen yang gua tulis ini, lo semua bisa terhibur ya :) Oh iya, disarankan bacanya sambil muter lagu sedih ya, ato sambil muter lagu yang diatas ini. Hahaha :p 

Hope you enjoy it, guys!

***
Hai. Nama gua Elvin. Ini bukan sebuah dongeng, bukan pula sebuah khayalan. Namun ini cerita tentang gua dan dia. Seperti yang tersirat dalam lagu di atas, gua merasakan kesedihan yang cukup mendalam. Ada sebuah kerinduan di hati gua terhadap si dia. Sylverin. Sebuah nama yang berbekas dalam hati gua. Kita ini udah kaya jarum sama benang. Sewaktu-waktu gua mungkin bisa aja menyakiti dia. Tapi, dia akan tetap menyemangati gua dengan kelembutannya. Dan saat kita udah bersatu, kita akan sulit dipisahkan. Hanya satu hal yang bisa memisahkan kita. Kematian.

Perkenalan gua dan dia, diawali dengan sebuah eskrim. Saat itu, kita belom saling kenal dan rebutan pas mau beli eskrim. Karena cuma tinggal satu, dan diantara kita ga ada yang mau ngalah. Akhirnya gua yang dapet eskrim itu, dan dia pun sempet bete. Lalu, gua membagikan setengah dari eskrim itu buat dia. Alhasil, yang gua dapatkan ialah senyumannya yang ga gua sangka bisa membuat gua tersipu malu.

Sejak saat itulah, gua mengenal dia semakin dalam, dan semakin dalam. Kita menjadi sepasang sahabat yang sangat akrab. Kita selalu menghabiskan waktu bersama. Saat-saat inilah yang menjadi secuil kebahagiaan dalam hidup gua. Sampai pada saat ulang tahun dia, gua menembak dia dan tanpa segan-segan dia menerimanya. 

Kita semakin sering berdua, dan gua bisa melihat ada kegembiraan di wajahnya. Wajah dia selalu merona setiap melihat gua, dan yang bisa gua lakukan hanyalah menertawai dia. Saat itu, hari-hari masih terasa sangat berwarna.

Masih sangat berwarna ..

Hingga tiba saatnya, ketika Sylverin ga lagi terlihat di kelas, sekolah, dan dimana pun. Seminggu berlalu, namun ga ada kabar apa pun yang gua terima tentang dia. Gua berusaha menelpon rumahnya, namun ga ada jawaban yang gua terima. Gua mendatangi rumahnya, namun gua ga menemukan dia. Rumahnya kosong.

Seketika, ada dua orang pemuda yang membawakan papan besar dan memasangnya di depan rumah itu. Gua terpaku saat melihat papan yang bertuliskan, "Telah meninggal dunia, Sylverin August". Gua mulai menangis. Air mata gua terus mengalir dan ga ada sepatah kata pun yang bisa gua ungkapkan. Gua cuma terdiam. 

Kenapa?

Kenapa dia bahkan ga menceritakan apa-apa ke gua? Selama ini dia cuma menghabiskan waktunya bersama gua, dan menunjukkan betapa bahagianya dia. Gua ngerasa hampa dan kehilangan. Di saat itu, gua cuma bisa mendengar desusan orang-orang di sekitar gua, dan satu kalimat yang tertangkap oleh gua, "Kanker Darah". 

Kanker Darah? Selama ini, dia bahkan ga mengucapkan sepatah kata pun tentang penyakitnya. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya hanya untuk menyenangkan gua, menyemangati gua, mendukung gua. Gua berjalan pulang dengan lemas. Gua sama sekali ga memikirkan kalo akan terjadi hal-hal seperti ini. 

Sejak saat itu, gua menjadi kesepian. Ga ada lagi tawa ceria yang gua dengar. Gua cuma menghabiskan sebagian besar waktu gua untuk melamun, dan merenungkan segala kisah yang gua alami. Semua terasa terlalu cepat. Dari awal pertemuan gua, hingga akhir yang gua ga duga ini. Hati gua terluka. Semuanya yang gua lalui, semua yang gua alami bersama dia, semua kisah cinta gua, sekarang hanya ..

Tinggal kenangan.

***

Comments

Post a Comment