[21.41] - Lelucon

Malam Sabtu, pukul sembilan lewat empat puluh satu,
Dari yang awalnya menderu, hingga akhirnya jadi persoalan yang hanya bisa dijawab oleh waktu.
Clock, Drawing, Art | Watch drawing, Pocket watch drawing, Watch ...
Sadar ga sih kalian, banyak hal yang sebenarnya tidak sempurna, 
Namun rasanya pantas untuk diperjuangkan?

Apa sih hal pertama yang terlintas, ketika pertanyaan itu masuk ke dalam pikiran kalian?
Hubungan? Perasaan? Persahabatan?
Sebenarnya ya tidak salah. Semuanya itu kembali lagi pada prioritas kita masing-masing.

Kita boleh kok, jadi seseorang yang memperjuangkan hubungan. Meskipun mungkin bagi sebagian orang rasanya sangat berat untuk menjaga, berat untuk menopang hanya di sebelah sisi, terlebih lagi ketika hubungan itu ternyata menyakitkan.

Kita boleh, jadi seseorang yang memperjuangkan perasaan kita sendiri. Meyakinkan diri untuk terus bertahan, meyakinkan diri untuk terus menjaga perasaan itu. Meskipun ga semua orang punya keberanian untuk melakukannya.

Kita juga boleh banget, jadi seseorang yang mau berjuang untuk mempertahankan orang-orang yang pernah ada di circle-nya kita, orang-orang yang selama ini berdampak ke hidup kita. Menjadi seseorang yang memasang dan memegang erat-erat tali yang mengikat persahabatannya kita.

Perlu disadari,
Pada dasarnya tidak ada pasangan yang sempurna. 
Tidak ada perasaan yang tidak mudah untuk diombang-ambingkan, dan
Tidak ada persahabatan yang tidak punya celah.
Semua punya kekurangannya masing-masing.
Tapi rasa penerimaan kita dan sikap kitalah yang menjadikannya sempurna untuk bisa diterima.

Termasuk diri kita sendiri.

Coba dipikirkan baik-baik.
Apakah diri kita tidak pantas untuk diperjuangkan?
Apakah kita sedang dalam posisi ingin menyerah dan lelah pada diri kita yang sepertinya datar-datar saja?
Merasa tidak ada hal yang dapat dibanggakan sebegitunya dalam diri kita?

Sepertinya banyak pertanyaan yang perlu dijawab ya malam ini? Hehe
Tapi di titik ini kamu memang sudah harus sadar.
Bahwa setiap dari kita, memang tidak ada yang sempurna, meskipun kita berharga.
Bahwa apa yang kau anggap ketidaksempurnaan akan ditentukan dari standar yang kamu pegang.
Dan bukan orang lain yang seharusnya menentukan standarmu.

Sudah cukup, mencari pembanding jika hanya akan menjatuhkan matamu sendiri.
Sudah cukup, menimbang hidupmu dengan angka-angka yang tidak akan ada habisnya.
Sudah cukup, memberi makan kehampaan dalam dirimu.

Kamu bisa lebih dari ini.
Kamu yang seharusnya menentukan value, prinsip, dan standar yang kamu pegang.
Kamu yang seharusnya memperjuangkan dirimu sendiri terlebih dahulu, sebelum belajar memahami dan mencintai orang lain.
Keberhargaanmu terletak pada hal yang kau anggap tidak sempurna itu.
Kita memang sedang menjalani dunia yang sudah tercemar dengan berbagai macam standar palsu dan kecenderungan akan hal-hal yang gelap. Tapi semesta tidak menjadikanmu dengan bercanda.
Lalu mengapa kau anggap hidupmu seperti lelucon?

Setelah kamu memahami semuanya itu,
Perjuangkanlah apa yang menurutmu pantas untuk diperjuangkan.
Pertahankanlah apa yang menurutmu pantas untuk dipertahankan.
Semesta sedang memberimu peran. Jangan sia-siakan peran yang sudah berjalan sampai sejauh ini. Perkatakanlah dalam dirimu sekarang, bahwa ini bukan akhir.

© Philostories x IniBukanAkhir, 2020

Comments