Posts

[22.13] - Belenggu

Image
Malam Minggu, pukul sepuluh lewat tiga belas, Masih berkutat dalam belenggu, namun sedang dalam usaha untuk terbebas. Dunia ini memang ga berputar di kamu, tapi kalau ada yang menganggapmu dunianya, Yah anggap itu anugerah. "Kamu itu harus bisa terlihat kuat, harus bisa terlihat bahagia." Kata-kata itu lah yang sering menempel di otakku sebagai seseorang yang prinsipnya cenderung selalu memprioritaskan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.  Karena terkadang aku merasa bahwa apa yang terlihat oleh orang lain terhadapku itu penting. Supaya saat aku terlihat kuat, aku bisa meyakinkan orang lain untuk tetap bertahan. Supaya saat aku terlihat bahagia, aku bisa meyakinkan orang bahwa semua derita ini hanya sementara. Supaya mereka punya figur dan mampu untuk melepas diri dari belenggu yang menahan mereka. Tetapi, hal itu ternyata tidak berlaku sebaliknya. Hanya sekadar "terlihat kuat", tidak menjadikanku benar-benar kuat. Hanya sekadar "terlihat bahagia",...

[21.41] - Lelucon

Image
Malam Sabtu, pukul sembilan lewat empat puluh satu, Dari yang awalnya menderu, hingga akhirnya jadi persoalan yang hanya bisa dijawab oleh waktu. Sadar ga sih kalian, banyak hal yang sebenarnya tidak sempurna,  Namun rasanya pantas untuk diperjuangkan? Apa sih hal pertama yang terlintas, ketika pertanyaan itu masuk ke dalam pikiran kalian? Hubungan? Perasaan? Persahabatan? Sebenarnya ya tidak salah. Semuanya itu kembali lagi pada prioritas kita masing-masing. Kita boleh kok, jadi seseorang yang memperjuangkan hubungan. Meskipun mungkin bagi sebagian orang rasanya sangat berat untuk menjaga, berat untuk menopang hanya di sebelah sisi, terlebih lagi ketika hubungan itu ternyata menyakitkan. Kita boleh, jadi seseorang yang memperjuangkan perasaan kita sendiri. Meyakinkan diri untuk terus bertahan, meyakinkan diri untuk terus menjaga perasaan itu. Meskipun ga semua orang punya keberanian untuk melakukannya. Kita juga boleh banget, jadi seseorang yang mau berjuang untuk me...

[22.19] - Muara

Image
Malam rabu, pukul sepuluh lewat sembilan belas Malam ini kamu boleh ragu, esok hari kau harus kembali dengan harapan yang jelas. "Apa sih yang kamu takutkan akan terjadi?" Seringkali, mata kita tertutup dengan ribuan suara yang tak berhenti berbicara. Ada banyak suara yang memang membisiki agar kita berhenti, ada pula suara yang mengiringi agar kita mampu melangkahi. Suara yang mana yang kau sedang dengarkan? Kita semua pernah gagal. Kita semua pernah kecewa. Kita semua pernah kehilangan. Tapi, apakah kita tidak pernah berhasil? Apakah kita tidak pernah bahagia? Apa kita tidak pernah menerima sesuatu yang berharga? Coba pikirkan baik-baik semua yang pernah kau lalui. Mata kita tak mungkin bermuara pada dua arah yang berbeda, karena arah mata anginmu akan menentukan akar pikiran yang tertanam, dan hal itu akan menentukan kemana rantingmu bertumbuh. Kamu bisa menjadi pohon beringin yang rindang, untuk menjadi rumah bagi mereka yang bersinggah, atau kamu...

[20.34] - Posisi

Image
Malem senin, pukul delapan lewat tiga puluh empat. Kadang perlu untuk dipikirin, kapan kita harus berpindah tempat. "Malem ini, menurutmu, kamu sedang ada di posisi mana?" Yuk kita coba sama-sama rehat, biarkan pertanyaan ini melintas. Ketika kamu lewatin hari-harimu, ketika kamu berjalan seperti biasa, beraktivitas seperti biasa, apa kamu sebenarnya tahu kamu sedang ada di posisi mana? Ada tiga macam posisi yang menurutku perlu untuk diperhatikan, Posisi pertama, yaitu mereka yang sadar akan eksistensinya, mereka yang mengerti apa yang seperlunya mereka kerjakan, mereka yang mungkin sebenarnya lelah, namun mencoba untuk bertahan dan mempertahankan, karena mereka mengarahkan pandangan pada hasil akhir yang bagi mereka seperti tidak semu untuk digapai. Mereka yang berada dalam posisi ini, pada dasarnya tahu kemana mereka harus melangkahkan kaki. Sesekali, mereka melihat kembali jejak kaki yang mereka tinggalkan, dan memandangnya dengan senyuman. Pos...

Parallax : Chapter 1 - The Verdictor

It was me. . . I saw myself standing alone, Just right there, standing in the middle of the rain. Exactly, across the big tree in front of me. The sky was dark blue and it was cold, windy, and wet. Then, I heard the sound of a crying girl. She was beside the tree, sitting and crying loudly. He was coming towards the girl. Then he asked, "Are you okay?", she gave no reply. He asked again, "What happened to you?", and it was answered quietly. Then, she grabbed something behind her and she stared at him. With her dark blue, innocent, and glazed eyes. Full of madness and sadness, blended as well. He took a step backward, carefully. She took a step forward, hobbled. Then he grabbed both of her hands, and threw up something in her hand. A knife. Flooded with blood. "Who are you, and what happened to you?" Again, she was just smiling quietly. Then she gone through the wind. Any words could speak no more. Later, he started to walk out. Another...

Lies.

When explanations are hard to produce Lie after lie comes shining through Truth gets locked away For reasons only known to yourself Truth may hurt but the lie hurts more one lie to cover another what was the first lie can you remember? So much hurt and too many lies whats the truth will I ever know can I ever separate the two? - Louise W “Man is not what he thinks he is, he is what he hides.” -  AndrĂ© Malraux

Sad Love Story

"At some point, you have to realize that some people can stay in your heart , but not in your life " Sore itu, gua menatap langit yang memancarkan apa yang menjadi perasaan gua saat itu, dan otak gua mulai berputar, memikirkan kenangan pedih itu. Kenangan yang pernah menyiksa gua.  Kesedihan. Kepahitan. Perih.  Kejadian itu dimulai pada saat gua pertama kali menatap dia dari kejauhan. Gua ga tau, apa yang membuat gua tertarik sama dia. Mungkin karena senyumnya, suaranya. Awalnya gua sendiri juga ga yakin dengan apa yang menjadi pilihan gua. Tapi, ada sebagian dari hati gua yang meyakinkan gua untuk jangan menyerah. Tetap bertahan.  Gua mulai mencari-cari tahu. Siapa dia, apa yang dia suka, dan yang terutama.. Gimana caranya buat berkomunikasi sama dia. Setelah sekian lama, gua kaget karena temen gua ada yang  promote -in contact  dia. Tapi itu semua belom cukup menjawab perasaan gua. Gua rasa gua suka sama dia. Akhirnya, gua mulai chat ...